Penyalahgunaan Antibiotik Merugikan Anda dan Orang lain

penyalahgunaan antibiotik, antibiotik, bakteri, batuk, bronkitis, mrsa, resistensi

Penyalahgunaan Antibiotik Merugikan Anda dan Orang lain - Bila anda berpikir bahwa resisten terhadap antibiotik bukanlah masalah atau tidak mempengaruhi anda, pikirkanlah lagi. Sebuah contoh yang menonjol bahaya resisten antibiotik adalah penyebaran methicillin-resisten Staphylococcus aureus (MRSA). MRSA umumnya ditemukan pada orang-orang yang dirawat di rumah sakit, namun bentuk baru MRSA juga menyebabkan infeksi pada orang sehat di komunitas.

Resisten terhadap antibiotik terjadi bila antibiotik tidak efektif lagi melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini sulit untuk diobati dan dapat berarti penyakit bertahan lebih lama, lebih banyak dokter yang harus dikunjungi atau lebih lama tinggal di rumah sakit, serta membutuhkan pengobatan yang lebih mahal dan lebih berisiko. Beberapa infeksi yang resisten bahkan dapat menyebabkan kematian.

Meskipun para ahli tetap berusaha untuk mengembangkan antibiotik baru untuk bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik, organisme penginfeksi dapat beradaptasi dengan cepat. Bakteri resisten antibiotik akan tetap menjadi perhatian kesehatan global dan penggunaan antibiotik dengan bijak penting untuk mencegah penyebarannya.

Kapan waktu yang tepat menggunakan antibiotik?
Antibiotik efektif melawan infeksi yang disebabkan bakteri, beberapa infeksi fungi (jamur) dan parasit. Antibiotik tidak dapat melawan virus. Menggunakan antibiotik saat terkena infeksi virus tidak akan membuat anda lebih baik dan dapat berkontribusi dalam resistensi antibiotik.


Beberapa infeksi yang disebabkan oleh bakteri, antara lain: infeksi kandung kemih, luka dan infeksi kulit (seperti infeksi staphylococcus), infeksi sinus parah yang lebih dari 2 minggu, infeksi pada telinga, dan radang tenggorokan. Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh virus, antara lain: bronkitis, salesma, influenza, sebagian besar batuk, infeksi telinga, dan sakit tenggorokan.

Konsekuensi penyalahgunaan antibiotik.
Bila antibiotik digunakan terlalu sering untuk penyakit-penyakit yang tidak dapat ditangani dengan antibiotik seperti salesma, flu, atau infeksi virus lainnya tidak hanya tidak menguntungkan, namun juga menjadi kurang efektif melawan bakteri-bakteri yang seharusnya dapat dilawan.

Tidak menggunakan antibiotik dengan tepat seperti yang telah diresepkan juga dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik. Misalnya, bila anda menggunakan antibiotik hanya beberapa hari saja atau tidak sampai habis, antibiotik kemungkinan hanya mematikan sebagian bakteri saja dan tidak semuanya. Bakteri yang selamat menjadi lebih resisten dan dapat menyebar ke orang lain. Ketika bakteri sudah resisten terhadap antibiotik lini pertama, risiko komplikasi dan kematian pun meningkat.

Kegagalan antibiotik lini pertama, mengharuskan dokter memilihkan antibiotik yang lebih mahal dengan efek samping yang lebih serius. Contohnya, obat yang dibutuhkan untuk mengobati tuberculosis (TB) yang telah resisten lebih mahal dibandingkan obat-obat yang digunakan untuk mengobati TB yang tidak resisten. Pengobatan TB dapat berlangsung hingga 2 tahun, dan efek sampingnya dapat lebih parah bila sudah resisten.

Baca juga: Pentingnya Menghabiskan Antibiotik

Konsekuensi lainnya adalah meningkatnya biaya yang dikaitkan dengan kondisi sakit yang lebih lama, termasuk tes lab, perawatan, biaya rawat inap, serta biaya tak langsung, seperti hilangnya pendapatan. Semoga bermanfaat, salam tanaman obat herbal.

Subscribe to receive free email updates: