2 Wanita Harus Tinggal di Gua karena Alergi Radiasi Elektromagnetik

alergi radiasi elektromagnetik, alergi, alergi obat, radiasi elektromagnetik

Kisah Nyata - Anne Cautain (52 tahun) dan Bernadette Touloumond (66 tahun) terpaksa menjauh dari kehidupan modern karena tidak tahan terhadap gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh benda-benda di sekitarnya. Dua orang wanita ini harus tinggal dalam gua karena mengalami Electro-Hipersensitivity.

Bila alergi terhadap cuaca atau makanan sudah merupakan hal biasa. Namun, ada yang disebut dengan Electro-Hypersensitivity (EHS), yaitu alergi terhadap pancaran gelombang elektromagnetik.


Saat orang yang menderita EHS terkena radiasi elektromagnetik, orang tersebut akan mengalami gejala berupa sensasi terbakar atau kesemutan di kulit, mual, pusing, gangguan tidur, dan sakit kepala, bahkan bisa mengalami kehilangan memori.

Dalam tingkat yang parah, penderita dapat mengalami gangguan pernafasan, jantung, bahkan hilangnya kesadaran. Penyebab dari alergi ini belum diketahui secara pasti.

Cautain mulai mengalami EHS sejak Januari 2009, yaitu sejak adanya pemasangan wi-fi di University of Nice, tempat ia bekerja. Cautain mengatakan, dia mengalami rasa terbakar ketika terkena radiasi elektromagnetik. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak bisa dekat dengan benda apapun yang memancarkan gelombang elektromagnetik, seperti ponsel, wi-fi, atau kabel tegangan tinggi.

Baca juga: Pengggunaan Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui
 
Kedua wanita ini mengasingkan diri di perbukitan, di tepi dataran tinggi sekitar Vercors, Prancis. Sebelum sampai di gua tersebut, terdapat sebuah tanda yang bertuliskan “Mobile phone prohibited (terlarang untuk telpon genggam)” yang memperingatkan pengunjung untuk mematikan ponsel sebelum di sampai di tempat. Cautain kini telah pensiun dan menerima uang pensiun sebesar 700 euro (sekitar 8 juta) per bulan.

Semoga bermanfaat.. Salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: