Cara Mengobati Maag

cara mengobati maag, maag, mengatasi maag, obat maag, pengatasan maag, sakit maag, antasida

Sakit maag dapat timbul karena adanya peningkatan produksi asam lambung. Karena asam lambung yang berlebih ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung karena asam lambung sifatnya korosif.

Namun, secara normal asam lambung berguna untuk mencerna makanan-makanan yang kita makan agar dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Jadi bayangkan saja bila tidak ada makanan dalam lambung, apa yang menjadi sasaran asam lambung?

Maag memiliki gejala khas, yaitu rasa nyeri pada ulu hati walaupun baru saja selesai makan. Maag juga terkadang disertai dengan gejala lain berupa rasa panas pada ulu hati dan dada, mual, dan perut terasa kembung. Namun, bila rasa pedih di lambung hanya terjadi pada saat terasa lapar dan hilang setelah makan, maka itu hanya karena peningkatan asam lambung dan bukan maag.

Maag akut lebih mudah ditangani daripada maag kronis. Pada maag akut belum ada tanda-tanda kerusakan pada dinding lambung. Namun, untuk maag kronis sudah nampak adanya kerusakan pada dinding lambung yang bisa berupa pembengkakan atau peradangan, luka, atau bahkan perdarahan.

Banyak hal yang dapat memicu peningkatan produksi asam lambung, antara lain:
  1. Makanan atau minuman yang merangsang lambung, misalnya makanan pedas atau asam, kopi, dan alkohol.
  2. Stres fisik maupun stres mental. Stres fisik yang dimaksud adalah dikarenakan pasca pembedahan atau luka bakar.
  3. Penggunaan obat-obat tertentu dalam jangka waktu yang lama, misalnya obat-obat yang bersifat asam (contohnya: indometasin, asam mefenamat, aspirin, Na-diklofenak, dll).
  4. Jadwal makan yang tidak teratur.

Hal-hal yang dapat dilakukan
Maag tidak akan terjadi bila kita memiliki jadwal makan yang teratur. Dan untuk penderita maag, sebaiknya makan sedikit-sedikit namun sering dan minum obat.

Obat yang dapat digunakan
Mengobati maag diawali dengan penggunaan obat yang dapat menetralkan asam lambung dan mengurangi gejala-gejala yang dialami penderita, biasa disebut dengan antasida. Obat-obat yang dapat digunakan adalah umumnya mengandung alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, atau magnesium trisilikat.

Obat-obat ini biasanya terdapat dalam kombinasi dalam bentuk tablet atau suspensi yang bertujuan untuk meminimalkan efek samping yang ditimbulkan dari masing-masing obat.

Hal-hal yang perlu diketahui
Ada beberapa hal yang perlu diketahui saat menggunakan obat maag (antasida), antara lain:
  1. Antasida dalam bentuk suspensi (cairan kental) memiliki efek yang lebih cepat dibandingkan dengan bentuk tablet.
  2. Antasida dalam bentuk tablet harus dikunyah terlebih dahulu sebelum akhirnya ditelan.
  3. Antasida hanya digunakan apabila diketahui gejala-gejala, seperti mual, muntah, nyeri ulu hati dan dada memang disebabkan oleh maag.
  4. Antasida paling baik digunakan pada saat lambung kosong dan sebelum tidur. Oleh karena itu, antasida diminum 1 jam sebelum makan. Disarankan juga untuk meminum banyak air putih selama menggunakan antasida untuk meminimalkan efek samping. Dan dalam 1 hari, antasida yang digunakan tidak boleh lebih dari 4 gram agar tidak terjadi efek yang tidak diharapkan.
  5. Antasida sering menganggu penyerapan obat-obat lain. Oleh karena itu, disarankan untuk memberi jarak minum minimal 1 jam bila menggunakan obat-obat lain.
  6. Penggunaan antasida tidak dianjurkan lebih dari 2 minggu kecuali disarankan oleh dokter.
  7. Dosis berlebih antasida dapat menyebabkan sembelit, wasir, diare, mual dan muntah.
  8. Tidak disarankan menggunakan antasida bila alergi terhadap antasida.

Baca juga: Kenapa Minum Obat Maag Tablet Sebaiknya Dikunyah

Demikianlah penjelasan tentang cara mengobati penyakit maag. Semoga bermanfaat bagi para pembaca untuk mengatasi penyakit maag. Salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: