Pertolongan Pertama pada Diare

pertolongan pertama pada diare, diare, jus, suplemen zinc, oralit, zinc

Diare lagi, diare lagi… Jangan salah! Diare bila tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan dehidrasi berat bahkan kematian. Apalagi bila anak-anak yang mengalami diare.

Dehidrasi berat dapat ditandai dengan bayi/anak terlihat mengantuk atau diam saja, bahkan bisa tidak sadar, mata cekung, tidak bisa minum atau minum sangat sedikit, bila kulitnya dicubit, kembalinya kulit ke keadaan normal sangat pelan (lebih dari 2 detik). Bila tanda-tanda dehidrasi berat sudah nampak, sebaiknya dibawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa itu Diare?
Diare berarti suatu keadaan dimana terjadi peningkatan frekuensi BAB dan penurunan konsistensi feses dan disertai banyaknya cairan yang dikeluarkan saat BAB. Diare dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Diare yang disebabkan oleh virus tidak memerlukan antibiotik dalam penanganannya karena sebenarnya diare yang disebabkan virus dapat sembuh tanpa obat bila ditangani dengan baik.

Sedangkan diare yang disebabkan oleh bakteri memerlukan antibiotik dalam penanganannya untuk membunuh bakteri penyebab diare tersebut. Diare yang disebabkan oleh bakteri dapat ditandai dengan adanya darah pada feses saat BAB.


Diare yang disebabkan oleh virus hanya memerlukan terapi pengganti cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Terapi cairan yang digunakan adalah oralit sebagai pertolongan pertama pada diare. Oralit dapat dengan mudah diperoleh di apotek.

Namun, bila di rumah ternyata tidak ada persediaan oralit, maka untuk sementara dapat digantikan dengan larutan gula-garam. Larutan gula-garam ini dapat dibuat dengan cara satu sendok teh garam ditambah dua sendok makan gula yang dilarutkan dalam 1 gelas air matang (200 mL).

Selain meminum oralit, seseorang yang mengalami diare disarankan untuk tetap makan, terutama makanan yang berkuah, seperti sop, sayur bening, atau air tajin untuk menggantikan cairan yang terbuang.

Bila anak yang mengalami diare dan masih menerima ASI, maka ASI tetap harus diberikan dan sebaiknya lebih sering. Susu juga dapat diberikan, namun lebih dibuat lebih encer. Makanan yang diberikan sebaiknya dalam porsi kecil tetapi sering serta mudah dicerna.

Baca juga : Mengenali Komposisi Zat Aktif Obat Flu

Suplemen zinc untuk diare
Sejak februari 2004, WHO-UNICEF merekomendasikan penggunaan suplemen zinc untuk diare. Penggunaan suplemen zinc untuk diare terbukti mengurangi keparahan dan lamanya diare.

Suplemen zinc diberikan sampai 10-14 hari, walaupun diare sudah sembuh. Zinc merupakan elemen kecil yang penting untuk pertahanan tubuh. Dengan pertahanan tubuh yang baik, virus akan lebih mudah dibasmi.

Semoga bermanfaat, salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: