Shisha dan Kesehatan

bahaya shisha, menghisap shisa, shisha, shisha dan kesehatan

Saat ini, shisha mulai dikenal masyarakat Indonesia, bahkan mungkin sudah tidak terdengar aneh lagi. Shisha juga sudah populer tidak hanya dikalangan dewasa, namun juga dikalangan anak muda. Tidak hanya dapat dinikmati di kelas bintang lima, namun juga sudah merambah ke kafe-kafe.

Shisha pun menjadi pilihan bagi yang tidak ingin merokok. Keunikan lain dari shisha adalah karena tersedia dalam berbagai rasa, dari rasa buah hingga vanila maupun cokelat, dan masih banyak lagi lainnya. Namun,apakah shisha aman untuk kesehatan?

Shisha dan budaya
Shisha awalnya merupakan bagian dari kebudayaan tradisional India yang sudah berusia ratusan tahun. Seiring perkembangan, shisha kemudian menyebar ke Timur Tengah dan selebihnya menyebar ke China.

Alat dan bahan
Shisha memang agak berbeda dari rokok biasa, karena memerlukan alat khusus sebelum dapat menghisapnya. Alat shisha berbentuk bong raksasa dengan tinggi 60-70 cm yang dilengkapi dengan pipa. Sedangkan bahan yang digunakan adalah tembakau dan arang spesial yang tidak berbau, berasap, dan berasa.

Tembakau untuk shisha pun khusus. Tembakau untuk shisha merupakan campuran dari tembakau dan aneka sari buah yang sudah diperam. Tembakau yang telah mengalami proses pemeraman, kemudian dibungkus dengan alumunium foil dan diletakkan di tengah bong. Dasar bong diisi dengan air dingin atau berbagai minuman dingin lainnya.

Kemudian, di atas shisha, arang spesial dibakar agar secara tidak langsung tembakau terbakar karena panas yang dihasilkan arang tersebut. Secara sederhana, prinsip kerja shisha adalah tembakau yang dipanaskan akan menghasilkan uap yang kemudian disaring sebelum dihirup. Satu rasa shisha dapat dinikmati 3-4 orang dalam waktu 30-60 menit.

Shisha dan kesehatan
Menikmati shisha bagi sebagian orang tidak dapat disamakan dengan merokok, bahkan menurut mereka lebih aman. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Inggris dan The Tobacco Control Collaborating Centre menyanggah hal tersebut.

Para peneliti menyatakan bahwa kadar karbon monoksida (CO) yang dihirup tidak dapat terukur karena dipengaruhi inhalasi atau hirupan dari masing-masing individu. Namun, karbon monoksida dapat diukur melalui hembusan nafas. Karbon monoksida yang dihirup melalui shisha dapat mencapai 4-5 kali lebih banyak dibandingkan sebatang rokok.

Tahukah Anda apa itu karbon monoksida? Mobil atau motor yang kita gunakan juga menghasilkan karbon monoksida lho sebagai hasil pembakarannya.  Bedanya, bila karbon monoksida yang dihasilkan kendaraan berbau tidak enak dan sungguh tidak menyenangkan, namun karbon monoksida yang dihasilkan shisha memiliki rasa enak karena kita bisa memilih berbagai rasa yang kita inginkan.

Tetapi, sekali namanya karbon monoksida tetap karbon monoksida sekalipun sudah ditambahi rasa. Karbon monoksida yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan otak dan hilangnya kesadaran. Ingat kasus bayi yang ditinggal dalam mobil yang mesinnya hidup dan akhirnya meninggal? Bayi tersebut meninggal karena menghirup karbon monoksida yang dihasilkan mobil tersebut. Apa nggak ngeri tu?

Para peneliti juga membandingkan karbon monoksida yang dihembuskan dari nafas perokok dan non-perokok. Pada orang yang tidak merokok, secara normal menghembuskan rata-rata 3 ppm karbon monoksida, 10-20 ppm pada perokok ringan, dan 30-40 ppm pada perokok berat.

Pada orang yang menghisap shisha ditemukan sekitar 40-70 ppm karbon monoksida dalam nafasnya. Jumlah ini berpengaruh pada gangguan sirkulasi darah sebesar 8-12 persen. Dan ternyata jumlah karbon monoksida yang dihembuskan penghisap shisha lebih banyak dibandingkan perokok berat.

Baca juga: 2 Wanita Harus Tinggal di Gua karena Alergi Radiasi Elektromagnetik

Qasim Choudhory yang bekerja di NHS Stop Smoking Service, Inggris, mengatakan bahwa penggunaan pipa shisha secara bergantian juga bisa menjadi salah satu cara penyebaran infeksi, misalnya tuberkulosis, herpes, atau infeksi lainnya.

Semoga bermanfaat, salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: