Cegah Infeksi Kaki pada Penderita Diabetes Mellitus

luka diabetes, amputasi, diabetes, diabetes mellitus, gangren, infeksi kaki, kaki diabetik, kencing manis

Diabetes mellitus atau lebih dikenal kencing manis merupakan penyakit yang banyak dialami oleh sebagian besar masyarakat. Kenapa disebut kencing manis? Pada penderita diabetes mellitus,  air seni penderita berasa manis karena kandungan gula yang tinggi dalam darah.

Bagaimana infeksi kaki (disebut juga kaki diabetik, gangren/ ulkus diabetik) bisa terjadi?
Seperti kita ketahui, glukosa penderita yang tidak dapat dikirimkan ke jaringan membuat glukosa tertahan di dalam darah dan menyebabkan darah menjadi kental. Bayangkan ini seperti sirup, kental kan ? maka seperti itu darah penderita diabetes. 

Sementara itu, jaringan tidak menerima glukosa yang diperlukan untuk pembentukan energi dan aktivitas sel lainnya, termasuk regenerasi sel bila sel mengalami kerusakan. Infeksi kaki dapat terjadi karena aliran darah menuju ke kaki berkurang. 

Selain karena kekentalan darah yang meningkat, juga disebabkan karena kaki jauh dari jantung sehingga lebih sulit dijangkau dibanding bagian-bagian tubuh lainnya. Adanya luka di kaki yang menyebabkan infeksi dan kadar gula darah yang tinggi membuat kuman tumbuh subur, hingga luka sulit diobati. 

Infeksi dapat meluas dan menyebar ke organ-organ penting lainnya, sehingga tak hanya harus diamputasi, tapi juga membahayakan penderita.

Kenali Gejalanya !
Kalau kesemutan karena salah duduk, itu hal biasa. Pada penderita diabetes, kesemutan di kaki tanpa sebab bisa merupakan tanda bahwa penderita berisiko mengalami gangren dan neuropati (kematian syaraf). Lebih parahnya, kesemutan di kaki ini dapat berlanjut hingga penderita mengalami lumpuh. 


Selain itu, kaki bisa terasa sakit, lebih dingin, bila ada luka sukar sembuh karena aliran darah ke bagian tersebut sudah berkurang. Bila kaki diabetik sudah tidak bisa lagi merakan sakit meskipun tertusuk benda tajam, berarti telah terjadi kematian syaraf atau disebut dengan neuropati diabetik.

Mari Kita Cegah !
Kaki diabetik sebenarnya data dicegah. Berikut tips-tips yang bisa diterapkan :
1. Mencegah kaki dari luka. Misalnya: hindari memotong kuku hingga berdarah. So, harus hati-hati saat memotong kuku.

2. Menggunakan alas kaki yang baik dan nyaman. Karena alas kaki yang nyaman mencegah kaki terluka. Penderita diabetes disarankan menggunakan alas kaki bekas. Kenapa ? karena umumnya alas kaki bekas lebih longgar sehingga lebih nyaman dipakai. Bandingkan dengan alas kaki yang baru dibeli. Umumnya, alas kaki yang baru dibeli perlu penyesuaian dengan kaki kita, sehingga terkadang menimbulkan rasa sakit disekitar kaki bahkan hingga lecet.

3. Gunakan krim yang menjaga kelembapan kaki. Kulit kaki yang kering dan pecah-pecah mudah sekali robek dan dapat menimbulkan infeksi.

4. Lakukan senam kaki. Senam kaki dapat mencegah kematian syaraf (neuropati) dan mengaktifkan reseptor-reseptor insulin di kaki, sehingga membantu pengiriman glukosa ke jaringan. Senam kaki yang dapat dilakukan adalah sangat mudah, yaitu hanya perlu kertas koran. 

Lipatlah kertas koran dan cobalah untuk menyobek kertas koran itu hingga menjadi sobekan-sobekan yang kecil. Senam kaki ini lebih efektif dalam mencegah kaki diabetik dibandingkan dengan joging atau jalan kaki, karena semua otot-otot di bagian kaki dituntut untuk bekerja.

Bila tips ini dirasa bermanfaat, silahkan berbagi di kolom komentar dan beritahukan pada teman atau saudara anda yang menderita diabetes.

Baca juga: Menyeimbangkan Hormon dengan Minyak Zaitun

Demikianlah ringkasan singkat tentang pencegahan infeksi pada penderita diabetes melitus yang berhasil rami rangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan membaca artikel ini, dapat menambah pengetahuan anda akan bahaya infeksi kaki akibat diabetes dan menghindarkan anda dan keluarga dari penyakit infeksi akibat diabetes melitus. Salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: