Mengenal Premenstrual Syndrome (PMS)

datang bulan, dismenorhe, haid, menstruasi, nyeri haid, pms, premenstrual disphoric disorder, premenstrual syndrome, wanita, PMS, PMDD, estrogen, progesteron

Setiap wanita pasti pernah mengalami premenstrual syndrome. Di saat seperti ini wanita menjadi sangat sangat sangat sensitif ataupun mudah marah terhadap sesuatu yang menimpa dirinya. Sehingga, terkadang wanita menjadi sulit dipahami oleh orang lain. Bisa jadi orang lain merasa lebih baik diam daripada kena getahnya. Yuk kita kenali apa itu premenstrual syndrome.

Premenstrual syndrome adalah suatu perubahan yang terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi baik fisik, psikis, dan perilaku. Premenstrual syndrome sendiri dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu Premenstual Disphoric Disorder (PMDD) dan dismenorhe.

PMDD lebih terkait pada keluhan psikis dan perilaku. Sedangkan dismenorhe adalah keluhan yang terkait dengan keluhan fisik. Keluhan psikis dan perilaku yang dialami seorang wanita dapat berupa menjadi lebih sensitif, mudah marah, cemas, atau sedih.

Sedangkan keluhan fisik yang dimaksud dapat berupa rasa pegal-pegal di seluruh tubuh, nyeri atau kram perut, sakit kepala, insomnia, dan lain-lain. Keluhan-keluhan yang dialami seorang wanita yang sedang mengalami premenstrual syndrome (PMS) sangat bervariasi (jadi tidak mungkin ditulis satu per satu) dan juga ada wanita yang tidak mengalami PMS.


Penyebab dari PMS ini terkait dengan naik turunnya hormon estrogen dan progesteron. Pada wanita yang mengalami PMS, terjadi penurunan kadar estrogen dan progesteron. Karena estrogen dan progesteron turun, terjadilah peluruhan dinding endometrium (dinding rahim) sehingga terjadi menstruasi. Karena terjadi peluruhan dinding endometrium, prostaglandin (mediator nyeri) dihasilkan, sehingga menyebabkan terjadi rasa nyeri di tubuh dan berbagai keluhan fisik lainnya.

Estrogen dan progesteron yang kadarnya turun dalam tubuh berpengaruh juga dalam sintesis serotonin, suatu hormon yang berperan dalam pengaturan rasa senang atau mood yang baik. Karena terjadi penurunan sintesis serotonin, timbullah berbagai keluhan psikis, seperti mudah marah, cemas, sedih, dan lain-lain.

Premenstrual syndrome berdasarkan tingkatannya dapat dibedakan menjadi ringan, sedang, dan berat. PMS dikatakan ringan bila wanita tersebut masih dapat beraktivitas dengan baik. PMS dikatakan sedang bila wanita tersebut merasakan keluhan PMS, namun masih dapat beraktivitas tetapi dengan kualitas yang menurun.

Sedangkan PMS dikatakan berat bila wanita tersebut tidak dapat melakukan aktivitas sama sekali, bahkan harus istirahat total. Penggolongan ini sifatnya individual sekali, karena masing-masing individu memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap keluhan yang dirasakan.

Baca juga: Apa Anda Orang yang Alergi Obat?

Kapan PMS  perlu diobati? Terapi untuk PMS sifatnya juga individual. PMS perlu diterapi bila wanita tersebut sudah merasa terganggu dengan keluhannya. Namun bila seorang wanita tidak merasa terganggu dengan keluhan tersebut dan masih bisa menoleransi apa yang dirasakan, maka terapi tidak diperlukan.

Semoga bermanfaat, salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: