Nutrisi Pencegah Kanker

nutrisi pencegah kanker, cancer, kanker, nutrisi, pencegah kanker, tips untuk mencegah kanker, tips konsumsi daging, lemak, risiko kanker

Tidak semua masalah atau problema kesehatan dapat dihindari, namun kita memiliki kontrol lebih terhadap kesehatan kita lebih dari yang kita bayangkan. Penelitan menunjukkan bahwa prosentase kanker dihubungkan langsung dengan pilihan gaya hidup, seperti merokok, minum alkohol, kurang olahraga, dan pola makan yang tidak sehat.

Apa yang kita konsumsi memilki efek yang besar terhadap kesehatan kita, termasuk risiko kanker. Tanpa disadari, kita mungkin banyak mengkonsumsi makanan yang menjadi bahan bakar pembentuk kanker dan mengabaikan makanan-makanan yang mampu melindungi dari kanker. Jika kita mengubah pola makan dan perilaku kita, kita dapat meminimalkan risiko penyakit dan bahkan mungkin menghentikan perjalanan kanker.

Berikut tips-tips nutrisi untuk mencegah kanker:

1. Fokuslah pada makanan berbasis tumbuhan
Pola makan terbaik untuk menghindari kanker adalah makanan-makanan berbasis tumbuhan. Makanan berbasis tumbuhan adalah memakan sebagian besar makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, gandum.

2. Tingkatkan serat
Keuntungan lain dari makanan berbasis tumbuhan adalah mendapatkan lebih banyak serat. Serat adalah bagian dari tanaman (gandum, buah, dan sayur) yang tidak dapat dicerna tubuh. Serat memainkan peranan penting dalam menjaga sistem pencernaan kita bersih dan sehat. Serat juga membantu agar makanan tetap bergerak dalam saluran pencernaan, dan juga menggerakkan senyawa-senyawa penyebab kanker keluar sebelum menyebabkan penyakit.

Serat dapat ditemukan di buah, sayur, dan gandum utuh. Pada umumnya, makanan yang lebih alami dan tidak diproses, mengandung lebih banyak serat. Serat tidak dapat ditemukan pada daging, produk susu, gula, atau makanan putih seperti roti tawar, beras putih, dan kue kering.

Beberapa contoh makanan berserat tinggi, antara lain oatmeal, popcorn, beras merah, apel, buah pir, stroberi, pisang, mangga, kacang merah, brokoli, bayam, jagung, wortel, tomat, dan kentang.

3. Kurangi konsumsi daging
Penelitian menunjukkan bahwa vegetarian memiliki risiko mengalami kanker lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi daging, yaitu penurunan risiko hingga 50%. Apa hubungannya? Karena daging kurang mengandung serat dan nutrisi-nutrisi lainnya yang memiliki sifat anti kanker. Daging mengandung lemak, yang sering mengandung lemak jenuh. Diet tinggi lemak dikaitkan dengan risiko tinggi mengalami kanker. Lemak jenuh berbahaya untuk tubuh.

Namun, kita tidak perlu menghentikan konsumsi daging sepenuhnya dan menjadi vegetarian. Kita dapat mengurangi risiko kanker dengan mengurangi jumlah konsumsi makanan-makanan berbasis lemak dan dengan memilih daging yang lebih sehat.


Tips mengkonsumsi daging:
  • Kurangi konsumsi daging
  • Makanlah daging merah hanya sesekali
  • Gunakan daging sebagai perasa bukan makanan utama
  • Tambahkan sayur atau kacang-kacangan
  • Pilihlah daging yang kurang berlemak, seperti ikan dan ayam
  • Hindari daging yang telah diproses, seperti hotdog, burger, dll.

4. Pilihlah lemak nabati
Keuntungan utama dari mengurangi konsumsi daging adalah mengurangi lemak-lemak yang tidak sehat. Mengkonsumsi makanan yang kaya lemak dapat meningkatkan risiko berbagai macam kanker. Tetapi dengan mengurangi konsumsi lemak sepenuhnya bukan cara yang tepat. Kenyataannya, beberapa jenis lemak mampu melawan kanker. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih lemak dengan bijak dan mengkonsumsinya dalam jumlah sedang.

Dua lemak paling berbahaya adalah lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh dapat ditemukan terutama pada produk-produk hewani seperti daging merah, produk-produk susu, dan telur. Lemak trans dibuat dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur menyebabkannya menjadi lebih padat dan lebih awet, bagus untuk produsen makanan dan sangat buruk bagi kita.

Lemak terbaik adalah lemak tak jenuh, yang berasal dari tumbuhan dan berbentuk cair pada suhu ruangan. Sumber utama lemak tak jenuh diantaranya, minyak zaitun, minyak kanola, kacang-kacangan, dan alpukat. Lemak omega-3, yang dapat melawan inflamasi atau peradangan dan mendukung fungsi otak dan kesehatan jantung, juga merupakan lemak sehat. Ikan mengandung asam lemak omega-3, terutama salmon dan tuna.

5. Pilihlah makanan-makanan pencegah kanker
Sistem imun menjaga kesehatan kita dengan melawan berbagai zat-zat yang tidak diinginkan tubuh, termasuk sel-sel kanker. Ada banyak makanan yang dapat memaksimalkan sistem imun kita. Namun, tetaplah ingat bahwa tidak ada makanan tunggal yang dapat melindungi kita dari kanker. Mengkonsumsi makanan yang lebih bervariasi memberikan perlindungan terbaik.

Tingkatkan antioksidan
Antioksidan adalah vitamin yang kuat dalam melindungi dari kanker dan membantu sel-sel tubuh berfungsi dengan optimal. Buah dan sayur adalah sumber terbaik antioksidan, seperti beta karoten, vitamin C, vitamin E, dan selenium.

Makanlah buah dan sayur dengan warna yang bervariasi
Buah dan sayur yang kaya warna itu kaya akan fitokimia, suatu nutrisi yang potensial dalam melawan penyakit dan meningkatkan imun. Semakin bervariasi buah dan sayur kita, maka semakin banyak manfaat yang diperoleh. Karena warna yang berbeda, mengandung senyawa fitokimia yang berbeda pula.

Gunakan bumbu-bumbu yang mampu meningkatkan sistem imun
Bawang putih dan jahe tidak hanya menambah rasa, namun juga mampu melawan kanker.

Minumlah cukup air
Air penting untuk semua proses yang terjadi di dalam tubuh. Air menstimulasi sistem imun, membuang sampah dan racun, dan mendistribusikan nutrisi ke seluruh organ tubuh.

Baca juga: Tips Makan Sehat di Pizza Hut

Itulah beberapa jenis makanan yang penuh nutrisi sebagai pencegah kanker. Semoga dengan membaca postingan ini dapat menambah pengetahuan anda dan mengubah pandangan anda akan asupan yang baik dan bermanfaat bagi tubuh kita. Salam Tanaman Obat Herbal.

Subscribe to receive free email updates: