Bahaya Minuman Berenergi untuk Ginjal

minuman berenergi, extra joss, kratingdaeng, m 150, penyakit ginjal, redbull


Minuman berenergi sudah akrab di telinga masyarakat kita, mulai dari kuli bangunan hingga masyarakat menengah ke atas. Tidak mengherankan bila minuman berenergi ini mampu menjangkau hampir semua kalangan, karena gencarnya iklan dari produsen dan kemampuan minuman ini untuk memberikan energi secara instan, sehingga konsumen pun semakin percaya akan produk minuman berenergi.

Di Indonesia, beredar berbagai merek minuman berenergi, baik dari produsen lokal maupun dari luar negeri. Produk minuman berenergi yang berasal dari Indonesia, antara lain Enerjos, Extra Joss, Fit-up, Hemaviton Jreng, dan Kuku Bima Ener-G.

Sedangkan produk dari luar negeri, antara lain kratingdaeng atau redbull, Lipovitan, M-150, Panther, dan Rock Star. Namun, pasar Indonesia lebih banyak dikuasai oleh Extra Joss yang mengungguli produk sejenis dari negara lain.

Secara umum, minuman berenergi memiliki kandungan utama air, gula atau penggantinya, dan kafein. Sedangkan kandungan lainnya berupa taurine, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamin, teh hijau, zat pewarna, zat perasa, dll.

Alfiah Kurnia, seorang mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi, FKIP, UMS, melakukan penelitian tentang minuman berenergi dan pengaruhnya terhadap ginjal. Penelitian ini menggunakan tikus putih yang dibagi dalam enam kelompok dengan sampel Extra Joss. Extra Joss dipilih dalam penelitian ini karena dianggap sebagai produk yang paling populer diantara produk-produk lainnya.


Kelompok tikus pertama tidak diberi minuman berenergi sebagai kontrol, kelompok kedua diberi minuman berenergi sebanyak 0,01 mg/kgBB/hari, kelompok ketiga diberi sebanyak 0,02 mg/kgBB/hari, kelompok keempat diberi 0,03 mg/kgBB/hari, kelompok kelima 0,04 mg/kgBB/hari, dan kelompok keenam diberi 0,05 mg/kgBB/hari. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini telah dikonversi dari dosis manusia. Bila manusia setiap hari meminum sebungkus Extra Joss, maka sama dengan 0,01 mg pada tikus per hari.

Tikus yang menerima minuman berenergi nampak lebih aktif bila dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan sama sekali (kelompok kontrol). Bahkan kelompok tikus yang mendapat perlakuan 0,05 mg/kgBB/hari, menunjukkan respon yang hiperaktif. Bila dikategorikan ke manusia, dapat dikatakan manusia tersebut mengalami gangguan pada organ-organ vital tubuh, seperti jantung, otak, saraf, dan liver (hati).

Pada tikus putih yang mendapat perlakuan 0,03 mg/kgBB/hari juga disertai dengan gejala lain, berupa kerontokan pada bulunya. Terlebih pada kelompok yang mendapat perlakuan 0,05 mg/kgBB/hari.

Dari penelitian ini, glomerulus (bagian dari ginjal yang menyaring darah) pada tikus yang mendapatkan minuman berenergi sebanyak 0,01-0,05 mg/kgBB/hari mengalami piknosisi dan nekrosis, suatu bentuk kematian sel, setelah diberi perlakuan selama 35 hari.

Kerusakan paling parah ditunjukkan olek kelompok tikus yang mendapat 0,05 mg/kgBB/hari minuman berenergi, yaitu kapsula Bowman yang berongga. Bila dikonversikan, 35 hari pada tikus akan sama dengan 35 bulan pada manusia.

Hasil penelitian ini perlu menjadi perhatian dan peringatan bagi masyarakat. Karena di era ini banyak pasien usia muda sudah mengalami penyakit ginjal yang diduga karena minuman berenergi sehingga mengharuskannya menjalani dialisis atau cuci darah. Cuci darah harus dijalani pasien-pasien ini karena ginjal sudah kehilangan kemampuannya untuk menyaring zat-zat beracun yang seharusnya dibuang oleh tubuh.

Selain merusak ginjal, minuman berenergi juga dapat menganggu fungsi hati (liver). Misalnya, dalam sehari minum sampai 10x dalam waktu panjang bisa merusak ginjal dan livernya, "kata pakar kesehatan gizi klinis Fakultas Kedokteran UI, Dr Samuel Oetoro.

Baca juga: Konstipasi, Penyebab-Pengobatan

Mengingat bahaya minuman bernergi untuk ginjal dan liver, maka air putih adalah yang terbaik. Minuman berenergi memang mampu memberikan energi secara instan, namun tidak sebanding dengan risiko yang harus diterima. Mau cangkok ginjal? So, sayangi ginjalmu! Semoga bermanfaat, salam Tanaman Obat Herbal.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com, Wikipedia.org

Subscribe to receive free email updates: